Beranda Politik Walikota Tegal Dicokok KPK, Mendagri Lontarkan Renungan Jawa

Walikota Tegal Dicokok KPK, Mendagri Lontarkan Renungan Jawa

BERBAGI

Menteri Tjahjo sangat kecewa dengan penanangkapan tersebut. Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu bahkan melontarkan perenungan tentang falsafah kehidupan masyarakat berbudaya Jawa.

Berikut isi lengkapnya:

Menginginkan sesuatu secara berlebihan akan menggendong lupa atau siapa pun yang terlalu besar melik-bahasa Jawa- (keinginan, pamrih) akan sesuatu, ia akan mudah melanggar tata aturan dan norma.

Melik berbeda dengan keinginan. Keinginan sama dengan angan-angan, cita-cita. Melik bersifat lebih keras, lebih parah, dan jika sudah terpaksa, orang yang memiliki melik akan melakukan cara apapun.

Tidak heran, jika sudah sampai taraf melik, padahal sesuatu yang dimeliki tersebut sulit tercapai, orang yang ber-melik akan menganggap tidak ada salahnya untuk mencuri. Bila terpaksa harus merebut, ia juga akan melakukannya.

Siapapun yang memiliki melik (keinginan berlebihan), pasti hatinya penuh hawa nafsu. Nalar macet, akal buntu, rasa kemanusiaan juga lenyap. Yang dikejar Cuma satu, yaitu bagaimana agar yang diinginkan itu secepatnya dapat diraih.

Jika sudah pada posisi demikian, tidak mengherankan bila ia seolah-olah kerasukan kojur tenan. Meminta juga tidak merasa malu, mencuri juga boleh. Segala cara dihalalkan. Toh, yang namanya aturan, batasan, kemanusiaan, hanyalah buatan manusia.

Semua bisa diubah, dibuang, diinjak di bawah telapak kaki. Saat itu, semua menjadi tidak perlu karena yang perlu hanyalah bagaimana melik-nya bisa tercapai….alias kojuuuuuuur……..kojuuuuuuur….

Siti Masitha sendiri ditangkap KPK Selasa (29/8) tak lama setelah menggelar rapat dinas. Ia diduga tersangkut dalam kasus suap bidang kesehatan.

Facebook Comments