Home Politik Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Tetap Berkomitmen Tidak Beri Dukungan Pada Siapapun...

Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Tetap Berkomitmen Tidak Beri Dukungan Pada Siapapun di Pilkada Serentak

SHARE
Keterangan : Logo Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur (Foto : Istimewa_net)

Buletin Indonesia News

JATIM,– Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur tetap berkomitmen untuk tidak memberikan dukungan kepada siapapun dalam pilkada serentak Kabupaten atau Kota dan Gubernur yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018. Hal tersebut sesuai hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 15 Januari 2018 di kantor Pengurus Pusat (PP) Ansor.

“Di Rakornas PP Ansor, sudah jelas Kita harus netral. Tidak diperkenankan dukung mendukung pasangan calon,” kata Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim, Abid Umar Faruq, usai menghadiri Rakercab PC Ansor Surabaya, di Hotel Sheraton, Minggu (11/02/18).

“Ini sesuai dengan khittah NU, tidak ada mendukung Pilpres, Pilkada, Pilgub dan sebagainya,” tambah Gus Abid panggilan akrabnya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Abid ini mempersilakan memakai ornamen lain, jika ingin memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon. Mengingat setiap warga negara berhak memilih dan dipilih. Meski demikian, Gus Abid memastikan dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa lepas dari politik.

“Ansor di masa modern pasti akan berpolitik. Kita tidak antipati politik karena kehidupan sehari tidak bisa lepas dari politik. Tentukan harga saja pakai politik,” tuturnya.

Mantan kasatkowil Banser Jatim itu menjelaskan, meskipun ada kader yang maju Pilgub Jatim, Ansor menyerahkan kepada masing-masing individu. Mengingat atas nama organisasi, Ansor tidak boleh memberi dukungan kepada pasangan calon. Begitu juga halnya ada isu PW Ansor mengeluarkan surat rekomendasi untuk mendukung salah satu pasangan calon.

“Tidak ada surat dukungan, Saya tidak tanda tangan surat itu,” tegasnya.

Ansor siap menerima silaturahmi untuk semua pasangan calon kepala daerah. Mengingat Ansor milik umum, sehingga siapa saja boleh silaturahmi.

“Kita buka semua, tidak hanya Gus Ipul (Saifullah Yusuf) atau khofifah, kita bebas.Terkait dukungan nanti dulu. Ansor ini kaya kolam renang yang bisa masuk harus bayar tiket dulu,” pungkasnya.

Editor : Nispi

Facebook Comments