Beranda Peristiwa Kapolri Perintahkan Pengamanan Tempat Ibadah harus Ditingkatkan

Kapolri Perintahkan Pengamanan Tempat Ibadah harus Ditingkatkan

BERBAGI
Keterangan : Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, Kadiv humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dan KaroPenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal (Foto : Istimewa_net)

Buletin Indonesia News

JAKARTA,– Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui, banyak penyerangan terhadap pemuka agama dalam kurun waktu tiga pekan ini. Untuk mencegah insiden ini tidak terulang, Tito memerintahkan jajarannya memperkuat pengamanan tempat ibadah, Selasa (13/02/18).

“Saya meminta kepada masyarakat untuk tenang, kita bisa atasi persoalan ini, Kita bisa tangkap pelakunya. Saya perintahkan untuk jajaran kepolisian, memperkuat pengamanan tempat ibadah,” ujar Tito di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Kapolri meminta masyarakat tidak berspekulasi terhadap kasus-kasus penyerangan terhadap pemuka agama. Kasus penyerangan terhadap ulama dan pastor bukan karena jaringan tertentu dan hingga kini motifnya belum diketahui secara jelas.

“Jangan berspekulasi masing-masing dengan versi masing-masing yang tidak jelas, jangan mau juga isu ini dimanfaatkan untuk mengadu domba antar elemen masyarakat Kita,” ungkapnya.

Tito menjelaskan, kasus penyerangan ulama di Jawa Barat belakangan ini dikarenakan pelaku menderita gangguan kejiwaan dan ada juga yang menderita gangguan kepribadian. Sedangkan, sisanya merupakan kriminal biasa.

Untuk penyerangan di gereja Santa Lidwina, Sleman, polisi masih dalam tahap penyelidikan. Meski pelaku yang bernama Suliono sudah dikatakan terpapar paham radikal, polisi belum bisa memastikan Ia termasuk dalam jaringan teroris atau bekerja sendirian.

Masyarakat diminta untuk sabar menunggu soal motif penyerangan gereja. Suliono sudah dilumpuhkan dan mendapatkan perawatan terbaik. Hal ini diperlukan untuk meminta keterangan yang bersangkutan setelah kondisinya pulih.

“Percayakan pada polisi, Pemerintah. Saya juga sudah minta panglima TNI turunkan intelijen untuk memberikan informasi yang bisa dikembangkan bersama,” pungkasnya.

Dalam sepekan lalu ada tiga kasus penganiayaan terhadap tokoh agama di Jawa Barat. Polisi yang menangani kasus menyimpulkan bahwa dua dari tiga pelaku mengalami gangguan jiwa.

Kasus terbaru terjadi di Sleman, Minggu pagi lalu, seorang pemuda menyerang gereja St Lidwina, melukai satu pastor, dua warga, dan satu polisi.

Editor : Yania

Facebook Comments