Beranda Nasional Hari Buruh di Yogyakarta Berujung Ricuh, Polisi Amankan 69 Orang

Hari Buruh di Yogyakarta Berujung Ricuh, Polisi Amankan 69 Orang

BERBAGI
Keterangan : Pos polisi di Sleman dibakar massa aksi may day (Foto : Istimewa_net)

Buletin Indonesia News

YOGYAKARTA,–Demo hari buruh berujung ricuh di Yogyakarta. Polda DIY Yogyakarta telah mengamankan 69 orang yang terdiri dari 59 laki-laki dan 10 perempuan. Dari 69 orang tersebut, polisi telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka. Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di PTIK, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (03/05/18).

“Dari 69 yang ditangkap, yang diamankan, 12 sudah dinyatakan sebagai tersangka,” katanya.

Terkait peran 12 orang ini, Setyo mengatakan tengah didalami. Tapi sejauh ini polisi mencatat mereka merupakan pelaksana di lapangan.

Dari puluhan orang yang telah diamankan, polisi melakukan pendalaman dan penelitian terkait asal usul para demonstran. Polisi ingin mengetahui apakah para demonstran memang benar mahasiswa atau bukan.

“Sedang dalam penelitian dan pendalaman. Kita ingin melihat identitas mereka apakah betul-betul mahasiswa. Kalau mahasiswa Kita akan koordinasikan dengan pihak universitas,” jelasnya.

Polisi juga akan mendalami apakah latar belakang para demonstran berasal dari kelompok buruh. Sebab isu-isu yang diangkat saat demonstrasi bukan isu buruh melainkan masalah bandara Kulon Progo, Sultan Yogya, dan lainnya yang tak berkaitan dengan isu buruh. Polisi menduga para demonstran hanya mendompleng hari buruh untuk menyampaikan aspirasinya.

“Isu-isu yang diangkat bukan masalah buruh tapi masalah bandara, masalah sultan dan macam-macam diangkat, mendompleng hari buruh. Kita dalami apakah mereka masuk kelompok buruh atau bukan,” jelasnya.

Setyo juga menyebut para demonstran tak memiliki izin demo di kawasan titik nol. “Kalau lihat kronologis kejadian hari buruh, pagi mulai unjuk rasa. Tiba-tiba jam tiga atau setengah empat keluar dari UIN sekelompok orang yang melakukan unjuk rasa di titik nol. Merek tanpa izin dari kepolisian melakukan unjuk rasa di situ,” katanya.

Editor : Nispi

Facebook Comments