Beranda Ciamis Santri Ciamis Kecam Aksi Teror

Santri Ciamis Kecam Aksi Teror

BERBAGI

Buletin Indonesia News
CIAMIS, — Santri Ciamis mengecam adanya aksi teroris yang menelan korban jiwa akhir-akhir ini. Dua santri pondok pesantren Miftahul Ulum yang masih duduk di bangku SMK Ma’arif NU Ciamis ini, Dede dan Annisa mengaku takut dan berharap aksi teror ini jangan terjadi lagi.
Saat ditemui Wartawan usai mengikuti acara Polres Ciamis bersholawat dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan dan mensukseskan Pilkada di Lapang Lokasana, Senin (14/05/18) Annisa dan Dede mengatakan perbuatan teror ini adalah perbuatan tidak baik karena mengancam nyawa orang lain.
Seperti diketahui, rentetan bom bunuh diri di Jawa Timur dua hari berturut-turut yakni Minggu, 13 Mei 2018 menyerang tiga gereja di Surabaya. Pelakunya adalah satu keluarga yang dipimpin sang ayah, Dita Oepriarto (48), Puji Kuswati (43), dua anak perempuannya yang berinisial FS (12) dan FR (9), serta dua anak laki-lakinya berinisial YF (18) dan FA (16). Tiga gereja yang mereka bom ini adalah
Geraja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang beralamat di Jalan Ngagel Madya 01, Surabaya, ini menjadi yang pertama terkena serangan bom bunuh diri kemarin pagi, tepatnya pukul 06.30 WIB.
Dua putra laki-laki Dita, yakni YF (18) dan FA (16), berboncengan mengendarai sepeda motor, masuk ke halaman Gereja Santa Maria. Mereka meledakkan diri di halaman gereja.
“Yang meninggal dunia tujuh orang, terdiri dari dua pelaku dan lima dari masyarakat,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin (14/5/2018).
Frans menjelaskan, Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang beralamat di Jalan Diponegoro, Surabaya, ini menjadi yang kedua disasar teror bom bunuh diri. Bom meledak di sini pada pukul 07.15 WIB. Pelakunya adalah istri Dita, yakni Puji Kuswati (43), yang sampai di lokasi setelah diantarkan Dita dengan mobil. Puji mengajak dua putrinya yang masih kecil berinisial FS (12) dan FR (9) melangkah ke gereja. Ibu dan dua anaknya ini tewas oleh bom sendiri, dan tidak ada masyarakat yang menjadi Korban.
“Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, yang beralamat di Jalan Arjuna, Surabaya, ini menjadi sasaran bom bunuh diri ketiga kemarin pagi. Bom meledak di sini pada pukul 07.53 WIB. Pelakunya adalah Dita sendiri. Setelah menurunkan Puji dan dua putrinya untuk meledakkan diri di GKI Surabaya, Dita melajukan Toyota Avanza-nya ke Gereja Pantekosta. Dia menabrakkan mobil itu dan meledakkan bomnya di Gereja Pantekosta pada pukul 07.53 WIB. Ternyata perkembangannya, tujuh masyarakat meninggal dunia dan satu pelaku yang meninggal dunia di situ,” kata Kombes Frans.
Dia memaparkan, dari peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja itu, total ada 18 orang tewas, yang terdiri dari enam pelaku dan 12 warga.
Ditambahkan Fran, Senin, 14 Mei 2018, pagi hari, publik Kota Pahlawan kembali dikejutkan oleh ledakan bom. Kali ini bom meledak di Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan sekitar pukul 08.50 WIB.
Pelakunya adalah satu keluarga juga. “Keluarga pengebom asal Surabaya ini terdiri atas Tri Murtiono (50), istrinya bernama Tri Ernawati (43), dan ketiga anaknya. Tri Murtiono dan Tri Ernawati tewas, begitu juga dua anaknya. Jadi ada empat pelaku yang tewas dalam kejadian ini.”pungkasnya. (Agus**)

Facebook Comments