by

Polres Majalengka Klarifikasi Informasi Hoax di Medsos, Kabar Korban Pembunuhan?

Buletin Indonesia News,

Majalengka – Ramai kabar di media sosial (medsos) terkait warga Desa Sindang Kec. Cikijing Kab. Majalengka diduga muadzin yang meninggal dibunuh, korban itu dalam kasus pencurian dan kekasan  (curas), bukan dibunuh oleh pelaku pura-pura gila, terkait infomasi itu adalah Hoax, (berita bohong).

Hal itu di uangkapkan Kapolres Majalengka AKBP Noviana Tursanurohmad, SIk, M.Si, dalam jumpa Pers di Mapolsek Cikijing, sabtu (17/02) kemarin.

Lanjut Kapolres, memastikan penganianyaan yang berujung pembunuhan memang terjadi, tetapi tidak melibatkan Muadzin atau orang gila.

“Kejadian ada, tapi tidak melibatkan Muadzin atau dengan orang gila,”tuturnya.

Berdasarkan hasil olah TKP sambung Kapolres, H Bahro, murni diduga menjadi korban Curas dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Kapolres berharap hendaknya masyarakat bisa arif dan bijaksana dalam mensikapi setiap informasi yang ada.

“Apalagi dengan sengaja membuat isu hoax, maka siap-siap saja akan berurusan dengan pihak berwajib atau akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.

Kabar muadzin yang di bunuh di Manjalengka itu, sempat menjadi viral di mesia soaial tersebut. Kabar itu di bantah oleh pihak kepolisian, Manjelis Ulama Indonesia (MUI) dan pihak keluarga korban.

Sedangkan menurut KH. Akhmad Muhidin sebagai MUI Kec. Cikijing Kab. Majalengka memastikan informasi yang beredar di medso tersebut adalah Hoax. Dikarena H. Bahro (40) yang tinggal di Desa Sindang Kec. Cikijing Kab. Majalengka bukan orang Muadzin, Ustad atau Kiyai tetapi dia hanya masyarakat biasa.

“saya pastikan informasi tersebut adalah Hoax atau tidak benar, kami berharap masyarakat jangan mempercai isu tersebut,” ucap Akhmad Muhidin.

MUI menghimbau kepada para tokoh agama, ustad, santri dan warga agar tetap tenang, tentram dan tidak merasa terancam, serta menjaga kondisifitas yang aman dan damai.

Begitu juga pada masyarakat jangan mempercayai isu hoax yang tidak dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.

Hal yang sama juga ditegaskan Istri korban, Mumun dan anaknya Ahmad Subendi, bahwa peristiwa yang menimpa anggota keluarganya, yang tewas karena korban pencurian dan kekerasan (Curas), Dikarenakan di dalam rumah sudah acak-acakan.

“Bapak saya bukan seorang Muadzin, melainkan hanya masyarakat biasa dan Bapak saya meninggal di teras rumah kami, akibat korban pencurian yang dibunuh oleh pelaku yang hendak mencuri barang-barang berharga kami, “tutupnya.

(Emma/A)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *