by

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Mulai Menguat di Perdagangan Hari Ini

Buletin Indonesia News

JAKARTA,–Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) mulai bergerak menguat di perdagangan hari ini. Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 13.874 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu Rp 13.893 per USD. Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus bergerak menguat usai pembukaan. Tercatat, Rupiah sempat berada di 13.871 per USD. Saat ini, Rupiah berada di Rp 13.872 per USD, Senin (30/04/18).

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengimbau korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeli dolar AS (USD) sesuai kebutuhan. Hal tersebut untuk menghindari pelemahan nilai tukar Rupiah yang semakin tajam terhadap mata uang Negara paman Sam tersebut.

Agus juga meminta, BUMN mempertimbangkan keputusan jika akan melakukan pembayaran kewajiban. “Mungkin kewajibannya baru jatuh tempo di September, November atau Desember. Jika begitu, tidak perlu mengadakan valuta asingnya sekarang. Itu semua kita berkoordinasi,” ujarnya di Kantor BI, Jakarta, Jumat (27/04/18) beberapa waktu lalu.

Pemenuhan kebutuhan USD tersebut telah dikoordinasikan kepada pemerintah. Selain itu bank sentral juga mengimbau BUMN, tidak melakukan pembelian USD di pasar spot dalam jumlah besar jika ingin memenuhi kebutuhan likuiditas.

“Dengan pemerintah, yang kita lakukan adalah untuk meyakinkan perusahaan BUMN, apabila ada kebutuhan valuta asing (valas) tidak semuanya kemudian masuk ke pasar untuk beli di spot kebutuhan valasnya,” jelasnya.

Agus menambahkan, koordinasi dengan pemerintah dan korporasi BUMN beserta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejauh ini berjalan baik. Bank Indonesia juga terus mengingatkan BUMN untuk meningkatkan lindung nilai (hedging) dalam transaksi dan kewajiban valasnya agar terhindar dari kerugian yang diakibatkan selisih kurs.

“Di BUMN sudah ada peraturan menteri BUMN perihal lindung nilai yang taat azas dan efisien. Kondisi nilai tukar yang dinamis ini bisa memberikan tekanan yang memberikan risiko kepada BUMN,” ujarnya.

Editor : Nispi

Comment

Berita Terbaru