by

Satreskrim Polres Majalengka, Bekuk Pelaku Penjual Hewan Liar Via Medsos

Buletin Indonesia News,

Majalengka – Hewan langka yang dijual tersangka Dengan cara mengiklankan melalui sarana media sosial Facebook dengan cara Cas On Delevery (COD), hal ini diungkapkan Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin.

“Bila ada yang berminat, calon pembeli akan mengontak si penjual secara pribadi untuk menentukan tempat lokasi transaksi jual beli hewan tersebut. Setelah menyepakati harga, calon pembeli akan mentransfer sejumlah uang,” ungkapnya, dalam jumpa pers di Mapolres Majalengka, Senin (12/11/2018) kemarin.

Tambah kapolres, penyerahan hewannya yang akan dikirim melalui kurir atau bertemu langsung di tempat yang sudah dijanjikan. Sedangkan pelaku sendiri mendapatkan hewan yang di lindungi Undang-Undang itu, didapat dari para pemburu.

FN pelaku penjual hewan liar di bekuk Satreskrim Majalengka

“pelaku diketahui FN (22) dan kami bekuk di rumahnya di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu (10/11/2018),” tuturnya.

tersangka dan berikut sejumlah barang bukti, diantaranya Dua ekor landak jawa dan Satu ekor Kukang diamankan Mapolres Majalengka dan langsung di serahkan ke BKSDA Jabar.

“Akibat perbuatannya, tersangka akan kami jerat dengan Pasal 21 dan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan pidana maksimal lima tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Resort KSDA Cirebon, Slamet Priambada mengatakan, bahwa hewan-hewan tersebut selanjutnya akan dilepas liarkan ke habitatnya. Namun, kata dia, pihaknya akan terlebih dahulu mengecek LAB kesehatannya.

“Namun, kita belum bisa menentukan berapa lamanya untuk dilepas liarkannya. Kalau sudah dekat dengan manusia mungkin prosesnya agak lama. Untuk hewan ini secara kasat mata sehat dan agresif, tetapi tetap akan kami cek kesehatannya,” jelasnya.

Dia juga menegas, bahwa dalam UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya‎ alam, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperjualkan satwa yang dilindungi.

“Sehingga kami himbau pada masyarakat yang masih memelihara berbagai satwa langka tersebut, agar menyerahkan ke BKSDA jabar,” himbaunya.

Daam  kesempatan tersebut, ada juga hewan yang dilindungi diserahkan langsung oleh warga secara sukarela. Diantranya, Nuri Bayan, Nuri Raja Ambon, Kakatua Jambul Kuning, Kadal Berjumbai, Trenggiling, Kukang Jawa, Landak Jawa, dan Soa Soa Layar. (Emma)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *