by

Jurnalis Kota Banjar Lakukan Aksi Solidaritas Atas Tindak Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Wartawan di Bandung

Buletin Indonesia News,

Banjar –Sejumlah wartawan dari berbagai media online, cetak dan elektronik rabu pagi ini menggeruduk halaman setda Kota Banjar yang di lanjutkan ke alun-alun Kota untuk melakukan aksi solidaritas sekaligus mengecam oknum aparat kepolisian yang telah melakukan penganiayaan terhadap dua awak media yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam aksi demo buruh (May Day) pada 1 mei kemarin di Bandung.

Dalam orasinya, Andi Maulana dari koran Radar Priangan selaku orator menuntut agar kasus penganiayaan terhadap awak media yang tengah melakukan peliputan, yaitu Reza dan Prima oleh oknum kepolisian di usut tuntas.

“Sesuai UUD 1945 pasal 28 yang menyatakan bahwa kemerdekaan pers merupakan bentuk kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, maka semestinya pihak aparat turut melindungi awak media yang tengah menjalankan tugas, bukan malah melakukan kekerasan,” kecam Andi.

Dalam aksi tersebut, jurnalis Kota Banjar berharap ada penegakan supremasi hukum yang dapat melindungi kinerja awak media sesuai yang di amanatkan UUD ’45.

Aksi solidaritas tersebut kemudian di tanggapi oleh wakil walikota Banjar Nana Suryana yang tiba di Alun-alun sambil menyatakan dukungannya atas aksi para awak media. Disusul Kapolres Kota Banjar AKBP Yulian Perdana didampingi Dandim 0613 Ciamis, Letkol Arm Tri Arto subagio yang menyayangkan peristiwa nahas tersebut.

Menurutnya, media memiliki peranan yang sangat penting dalam kontrol sosial masyarakat dalam menyampaikan kinerja pemerintah maupun pihak aparat kepolisian dan TNI kepada khalayak luas.

“Pihak kepolisian melalui sedang menangani kasus ini dan kami dari pihak kepolisian menyayangkan insiden ini”, ujarnya dihadapan para awak media yang sebelumnya juga hendak menyerahkan ID Card pokja Polres Banjar yang merupakan simbol kerjasama antara pihak Polresta Banjar dengan awak media yang tergabung di Kota Banjar sebagai bentuk kecaman para jurnalis atas tindak arogansi oknum kepolisian.

“Untuk situasi di Kota Banjar selama ini sudah terjalin komunikasi yang sangat baik antara kepolisian dan rekan-rekan wartawan, jadi jangan sampai insiden di Kota Bandung berimbas juga disini”, demikian pernyataan Yulian seraya menolak pengembalian ID Card.

Aksi solidaritas dengan tema ‘Jurnalis Banjar Patroman menolak segala jenis aksi kekerasan terhadap insan media kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan di atas spanduk oleh Kapolres, Dandim dan wakil walikota Banjar diikuti para awak media.

(Susi/Jen)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *