by

PC PMII Ciamis Santuni Salah Satu Warga Ciamis

Buletin Indonesia News,

Ciamis — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Ciamis memberikan santunan kepada salah satu warga di Desa Selacai kabupaten Ciamis, sahabat Fajar Satria dan sahabat Irsal Muhammad mendatangi salah satu warga di ciamis yang beralamatkan di Dusun Selacai, Desa Selamanik, Kec. Cipaku, Kab. Ciamis pada hari kemarin. (Ahad, 05/05/2019)

Sahabat Irsal langsung mengunjungi rumahnya, saya fikir setelah dapat info ini harus segera untuk mengunjungi dan datang langsung.

PC PMII Ciamis yang diwakili oleh sahabat Fajar Satria dan Irsal Muhammad langsung mendatangi rumah warga yang kurang mampu, yakni keluarga Bapak Idris (alm) dan Ibu Cicih. keluarga itu tengah mendapatkan musibah besar yang ditimpa selama kurang lebih 6 tahun, selama 6 tahun ini Bapak Idris (alm) menderita penyakit komplikasi jantung, paru-paru dan pembengkakan hati. Info ini yakni dari salah satu rekannya bahwa di Ciamis ini ada warga yang harus di perjuangkan haknya.

“Setelah mendapat info dari salah satu teman saya di Ciamis itu saya bersama sahabat Irsal langsung mengunjungi rumahnya, saya fikir setelah dapat info ini harus segera untuk mengunjungi dan datang langsung supaya bisa lebih mengetahui apa penyakitnya dan juga sekaligus menengok dan memberikan sedikit bantuan kepada pihak keluarga” tutur sahabat Fajar.

Menurutnya, karena sudah mendapatkan info jadi langsung saja mendatangi rumah tersebut, dan apa yang disampaikan salah satu temannya itu benar adanya, bahwa keluarga itu adalah keluarga yang kurang mampu.

“6 tahun lamanya Bapak Indris menderita penyakit kompleks yang sangat membahayakan ini tidak ada sedikitpun perhatian Pemerintah kepadanya, semisalkan bantuan Kartu Indonesia sehat (KIS), dan bantuan lainnya untuk meringankan beban yang harus ia tanggung. Dalam hal ini seharusnya Pemerintah yang harus Inten memberikan perhatian, perlindungan dan keadilan untuk kesejahteraan rakyatnya ya dari mulai Pemerintah Desa minimalnya” katanya lagi.

Menurutnya, Pemerintah ini harus sigap memperhatikan perlindungan dan keadilan bagi rakyatnya. Selama 6 tahun lamanya keluarga almarhum bapak Idris tidak pernah sedikitpun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat untuk meringankan sedikit beban yang ia timpa. Karena, 6 tahun itu adalah waktu yang sangat lama, kalau pemerintah setempat sigap dalam menghadapi permasalahan seperti ini maka tidak akan sampai terjadi hal seperti yang sudah-sudah. Minimalnya pemerintah setempat membantu untuk biaya pengobatannya, dan yang lebih di harapkan itu pemerintah membantunya sampai sembuh, tidak hanya itu pemerintah juga harus memperhatikan biaya pendidikan anaknya.

“Seharusnya sih ini menjadi tanggungjawab Pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pengawasan untuk ke sejhteraan, supaya masyarakat bisa hidup lebih nyaman”. Tuturnya, sambil menutup topik pembicaraan.

(Asjen)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *